IDXChannel - MSCI memutuskan memperpanjang masa evaluasi terhadap pasar saham Indonesia hingga Juni 2026, seiring penilaian atas berbagai reformasi yang telah diluncurkan otoritas.
Keputusan ini muncul setelah peringatan pada Januari lalu memicu tekanan besar di pasar dan arus keluar dana asing (foreign outflow).
Menanggapi pengumuman MSCI, pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai keputusan tersebut masih dalam koridor yang wajar dan cenderung netral.
“Ini mengingat keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1 persen merupakan hal besar yang jarang terjadi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, adanya penekanan MSCI terhadap penggunaan data kepemilikan di atas 1 persen dalam perhitungan free float justru mencerminkan respons positif terhadap reformasi yang dilakukan regulator.