Dalam pembaruan terbarunya, MSCI menyatakan masih mengkaji sumber data baru dan kebijakan regulator Indonesia.
Hasil evaluasi lanjutan akan disampaikan pada review Juni mendatang.
Untuk sementara, MSCI tetap membekukan kenaikan faktor inklusi asing (FIF) serta jumlah saham (NOS) yang dihitung dalam indeks.
Selain itu, tidak akan ada penambahan saham Indonesia ke dalam indeks global maupun kenaikan klasifikasi ukuran emiten.
Pada perdagangan Selasa (21/4), IHSG melemah sekitar 0,81 persen ke level 7.532 hingga pukul 10.39 WIB, seiring penurunan tajam saham konstituen MSCI yang masuk kategori HSC, yakni BREN dan DSSA, yang masing-masing anjlok 8,33 persen dan 13,15 persen.
Sejak peringatan MSCI pada Januari, pemerintah dan otoritas pasar telah meluncurkan sejumlah reformasi penting.