Di sisi lain, Yeoh juga menyoroti potensi dampak langsung terhadap sejumlah saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC), khususnya yang berisiko keluar dari indeks.
“Saham BREN dan DSSA bisa dipastikan akan keluar dari indeks di periode mendatang,” katanya.
Ia memperkirakan, keluarnya kedua saham tersebut berpotensi memicu arus dana keluar dalam jumlah signifikan dari pasar. “Estimasi outflow kisaran Rp3 triliun untuk BREN dan DSSA sekitar Rp5 triliun,” tutur dia.
Senada, analis Stockbit dalam risetnya, pada Selasa (21/4/2026), menyoroti soal BREN dan DSSA.
“Akan ada tekanan jual dari passive fund saat MSCI mengeksekusi deletion [penghapusan saham dari indeks],” tulis Stockbit.