Mengutip laporan The Wall Street Journal, Amerika Serikat (AS) menembaki, menaiki, dan menyita kapal berbendera Iran yang tengah menuju pelabuhan Bandar Abbas pada Minggu (19/4).
Insiden ini memperburuk situasi di kawasan dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan suplai minyak.
Analis ANZ Research menilai kondisi saat ini “kompleks dan sangat volatil.”
Mereka menambahkan, pemulihan pasar energi ke kondisi sebelum konflik tidak akan mudah, bahkan jika jalur pelayaran kembali dibuka sepenuhnya.
Kenaikan harga pun tak terelakkan.
Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman terdekat melonjak 8,0 persen ke USD90,53 per barel. Sementara itu, Brent crude naik 6,7 persen ke USD96,45 per barel.