Pada awal perdagangan, kontrak minyak mentah WTI turun sekitar 0,1 persen ke USD83,33 per barel, sementara kontrak Brent bulan terdekat naik 0,2 persen ke USD87,97 per barel.
Kedua kontrak minyak tersebut anjlok lebih dari 11 persen pada Selasa (10/3), menjadi penurunan harian terdalam sejak 2022, sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi perang dengan Iran dapat segera berakhir.
Pelaku pasar tampaknya masih mencermati usulan Badan Energi Internasional (IEA) untuk melakukan pelepasan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah guna menekan harga minyak mentah.
The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, mengutip pejabat yang mengetahui rencana tersebut, bahwa volume pelepasan cadangan kemungkinan melampaui 182 juta barel minyak yang sebelumnya dilepas negara-negara anggota IEA dalam dua tahap pada 2022.
Negara-negara anggota IEA dijadwalkan mengambil keputusan atas proposal tersebut pada Rabu. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.