IDXChannel - Saham sektor perbankan menjadi salah pilihan utama pada Agustus 2026 seiring harapan pasar terhadap penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang mampu menjaga kesinambungan kebijakan moneter.
Selain perbankan, saham logam dan telekomunikasi juga dinilai memiliki peluang menarik berkat kombinasi sentimen domestik dan global.
Dalam laporan Monthly Outlook Agustus 2026 yang diterbitkan pada 31 Juli 2026, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menempatkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebagai pilihan utama.
Menurut Liza, ketiga saham tersebut berpotensi menjadi penerima manfaat pertama apabila pemerintah menunjuk Gubernur BI yang dipersepsikan ramah pasar dan mampu menjaga kredibilitas kebijakan moneter.
Optimisme terhadap sektor perbankan juga didukung ekspektasi koordinasi kebijakan antara Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan Danantara yang diharapkan mampu diterjemahkan menjadi stimulus bagi perekonomian dan pasar keuangan.
Selain perbankan, Kiwoom juga mencermati sektor logam melalui saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM). Peluang pelemahan dolar AS apabila Federal Reserve (The Fed) mengambil sikap yang lebih akomodatif dinilai dapat menjadi katalis positif bagi harga logam, sehingga menopang kinerja kedua emiten tersebut.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga masuk dalam daftar saham pilihan. Sebagai salah satu aset terbesar dalam portofolio Danantara, TLKM dinilai berpotensi memperoleh sentimen positif apabila sinergi kebijakan antara KSSK dan Danantara mampu meningkatkan dukungan pemerintah terhadap emiten-emiten berkapitalisasi besar.
Secara keseluruhan, Kiwoom memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada kisaran 6.050-6.450 sepanjang Agustus dalam skenario dasar. Proyeksi tersebut mengasumsikan pemerintah menunjuk Gubernur BI yang diterima positif oleh pasar serta data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) tidak memberikan kejutan besar.
Dalam kondisi tersebut, IHSG diperkirakan mampu bertahan di atas area 6.220 sebelum menguji kisaran 6.285-6.385.
Meski demikian, Liza mengingatkan bahwa pasar masih akan dibayangi sejumlah risiko. Investor akan mencermati penunjukan Gubernur BI sebagai pengganti Perry Warjiyo, penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027, serta data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang dijadwalkan rilis pada 7 Agustus.
Jika pemerintah menunjuk figur yang dipersepsikan lebih politis atau data tenaga kerja AS jauh lebih kuat dari ekspektasi sehingga memperkecil peluang penurunan suku bunga The Fed, IHSG berpotensi terkoreksi ke area 5.900-6.050.
Sebaliknya, apabila penunjukan Gubernur BI diterima positif oleh pasar dan data tenaga kerja AS melemah, indeks berpeluang menguat menuju kisaran 6.450-6.950 sebagai langkah awal menuju target akhir tahun di level 7.000. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.