Presiden Direktur Salim Ivomas, Paulus Moleonoto mengatakan, pada tahun lalu, perseroan meraih kinerja positif di tengah tantangan di sektor agribisnis, termasuk volatilitas harga komoditas, cuaca yang kurang bersahabat, dan ketidakpastian global.
"SIMP Group fokus pada peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, perbaikan operasional dan produktivitas, dan mengutamakan belanja modal sambil menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan," katanya melalui keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Dari sisi neraca, Salim Ivomas memiliki aset Rp41,38 triliun dengan posisi kas dan setara kas Rp8,35 triliun. Liabilitas tercatat Rp14,78 triliun dan ekuitas Rp26,59 triliun dengan rasio pengungkit neto (net gearing) membaik dari 0,11 kali pada akhir 2024 menjadi 0,04 kali pada 2025.
Dari sisi operasional, perseroan mencatat produksi Tandan Buah Segar (TBS) turun 2 persen menjadi 2,7 juta ton. Namun, produksi CPO naik 4 persen menjadi 733 ribu ton seiring kenaikan TBS dari kebun eksternal.
(Rahmat Fiansyah)