IDXChannel - PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar USD3,75 juta kuartal I-2026. Secara konsolidasi, Samindo Resources juga membukukan pendapatan sebesar USD40,96 juta pada tiga bulan pertama tahun ini.
Corporate Secretary Samindo Resources Ahmad Zaki Natsir mengatakan, kinerja operasional dan finansial pada kuartal pertama 2026 merefleksikan resiliensi model bisnis Perseroan.
"Solidnya volume overburden removal dan pencapaian target proporsional pada coal getting merupakan hasil dari disiplin eksekusi di lapangan serta kesiapan utilitas alat berat kami. Ke depan, manajemen akan terus mempertahankan fokus pada optimalisasi aset produktif dan pengendalian biaya (cost control) yang ketat," ujar Zaki dalam keterangan tertulis Kamis (30/4/2026).
Dia menambahkan, perseroan optimistis fundamental operasional yang kuat akan mengamankan target tahunan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham. Menurut Zaki,
capaian ini juga menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam mempertahankan kinerja top-line yang stabil di tengah dinamika industri pertambangan.
Sepanjang kuartal I-2026, MYOH mencatatkan aktivitas overburden removal atau batuan penutup tetap menjadi jangkar utama operasional Perseroan dengan capaian pertumbuhan yang sangat positif. Volume overburden removal berhasil melonjak 10 persen menjadi 8,42 juta bank cubic meter (bcm), dibandingkan dengan 7,65 juta bcm pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja solid pada segmen pengupasan lapisan tanah ini sejalan dengan peningkatan pada segmen coal getting atau produksi batu bara, di mana Perseroan mencatatkan kenaikan volume sebesar 7 persen secara tahunan menjadi 1,43 juta ton dari sebelumnya 1,34 juta ton.
Melengkapi tren pertumbuhan operasional di awal tahun ini, segmen coal hauling atau pengangkutan batu bara juga bergerak stabil dengan volume yang sedikit meningkat menjadi 5,86 juta ton, dibandingkan capaian 5,75 juta ton pada kuartal pertama tahun sebelumnya.
"Realisasi laba bersih ini mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga tingkat margin keuntungan melalui implementasi strategi efisiensi biaya dan utilisasi aset yang terukur di seluruh lini operasi hulu ke hilir," ujar Zaki.
(NIA DEVIYANA)