Selain menetapkan dividen, pemegang saham juga menyetujui Laporan Tahunan 2025 dan perubahan pasal 3 Anggaran Dasar perseroan terkait rencana penambahan kegiatan usaha di bidang pengolahan limbah hasil produksi.
Di tengah kondisi pasar yang tak menentu, Sari Roti membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3,76 triliun dengan laba bersih Rp259 miliar. Perseroan juga mampu mempertahankan trajektori pertumbuhan jangka panjang 2010-2025 pada kisaran 12,9 persen CAGR.
(Rahmat Fiansyah)