IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka melemah pada Selasa (7/4/2026) seiring meningkatnya kehati-hatian investor menjelang tenggat yang diberikan Presiden AS Donald Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Pelemahan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah AS dilaporkan menyerang target militer Iran di Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor minyak negara tersebut. Di sisi lain, Iran menyatakan tidak akan lagi menahan diri untuk menyerang infrastruktur negara-negara Teluk.
Selain itu, Iran memperingatkan potensi penutupan jalur pelayaran Bab el-Mandeb jika situasi semakin memburuk. Pernyataan ini muncul menjelang tenggat yang ditetapkan Trump, yang hingga kini belum mendapat respons positif dari Teheran.
Chief Investment Officer Northlight Asset Management, Chris Zaccarelli mengatakan, reaksi pasar mencerminkan kekhawatiran bahwa konflik tidak akan segera berakhir.
“Apa yang terlihat dari reaksi pasar adalah pengakuan bahwa akhir konflik tidak sedekat yang diharapkan,” katanya dikutip dari Reuters.