IDXChannel - Iran menolak pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi syarat gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Dilansir dari Reuters pada Senin (6/4/2026), seorang pejabat Iran menyatakan bahwa Teheran telah menerima proposal gencatan senjata 45 hari dan sedang meninjaunya.
"AS kurang siap untuk gencatan senjata permanen," kata pejabat Iran yang menolak disebut namanya itu.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menberikan tenggat hingga Selasa malam waktu Washington kepada Iran untuk menyetujui kesepakatan. Pejabat itu menegaskan bahwa Teheran mengabaikan tenggat itu dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Di tengah sederet laporan tentang negosiasi, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan pihaknya sedang menyelesaikan persiapan untuk memberlakukan kondisi operasi baru di Selat Hormuz, yang hampir sepenuhnya tertutup sejak perang dengan AS dan Israel dimulai.