Menurutnya, fundamental Bank Mandiri saat ini sangat solid dengan pertumbuhan kredit mencapai 13 persen per November 2025, di atas rata-rata industri. Selain itu, rasio kecukupan modal berada di level kuat mendekati 20 persen.
Potensi Yield Menarik
Laurencius menjelaskan, dengan asumsi harga saham saat ini dan proyeksi laba 2025 sesuai konsensus, tingkat imbal hasil (yield) dividen Bank Mandiri tergolong sangat menarik bagi investor.
Jika rasio pembayaran dividen (payout ratio) berada di kisaran 60 hingga 80 persen, maka yield yang diterima investor bisa menyentuh angka high single digit atau bahkan low double digit.
“Kalau payout ratio 60-80 persen, itu yield-nya cukup tinggi. Bisa 8-9 persen, bahkan menyentuh 10-11 persen. Ini jelas di atas bunga deposito berjangka,” kata dia.
Dia menambahkan, momentum saat ini menjadi kesempatan bagi investor untuk masuk, mengingat valuasi saham BMRI sedang berada di posisi yang relatif murah dibandingkan data historis maupun kompetitor.
“Secara Price to Book Value (PBV), kita sekarang berada di bawah rata-rata historis 10 tahun. Asing yang tadinya kepemilikannya hampir 80 persen sekarang turun ke 60 persen, biasanya di posisi ini asing akan mulai masuk kembali,” ujar Laurencius.
Penulis: Nasywa Salsabila
(Dhera Arizona)