sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Selain Global, Ini Sentimen yang Bikin IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp17 Ribu per USD

Market news editor Anggie Ariesta
09/03/2026 11:06 WIB
Dari sisi domestik, pasar merespons negatif potensi membengkaknya defisit anggaran.
Selain Global, Ini Sentimen yang Bikin IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp17 Ribu per USD. Foto: iNews Media Group.
Selain Global, Ini Sentimen yang Bikin IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp17 Ribu per USD. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pasar keuangan Indonesia mengalami guncangan pada perdagangan Senin (9/3/2026). Nilai tukar rupiah resmi menembus level psikologis Rp17.000 per USD, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi hampir 5 persen pada awal pembukaan pasar.

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan kompak ini dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal yang ekstrem di Timur Tengah dan kekhawatiran fiskal di dalam negeri.

Menurut Ibrahim, faktor utama yang mengagetkan pasar adalah terpilihnya Muqtaba Khomeini sebagai pemimpin baru Iran menggantikan Ayatollah Ali Khomeini. Sosoknya yang dinilai fundamentalis diprediksi memperpanjang eskalasi konflik di Timur Tengah, ditambah dengan retensi keras dari pihak Donald Trump.

"Trump mengatakan akan memusnahkan, akan mengganti rezim yang ada di Iran. Ini yang membuat apa? Ketegangan di Timur Tengah melonjak tinggi berakibat terhadap penutupan Selat Hormuz. Banyak analis yang mengatakan kemungkinan besar harga minyak mentah ini akan mencapai level USD200 per barrel apabila dalam jangka waktu 1 bulan ini belum ada penyelesaian tentang krisis di Timur Tengah," kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).

Lonjakan harga minyak mentah yang kini berada di kisaran USD117 per barel dikhawatirkan akan memicu krisis ekonomi global yang serupa dengan 2008 akibat terganggunya jalur energi di Selat Hormuz.

Dari sisi domestik, pasar merespons negatif potensi membengkaknya defisit anggaran. Harga minyak dunia yang jauh melampaui asumsi "normal" pemerintah di level USD92 per barel kemungkinan akan memaksa pemerintah melakukan realokasi anggaran besar-besaran.

"Bahwa kemungkinan besar pemerintah akan mengalami defisit anggaran itu 3,6 persen. Nah ini pun juga sudah diinformasikan oleh Menteri Purbaya. Artinya apa? Ini yang kemungkinan besar pemerintah akan mengurangi anggaran untuk MBG (Makan Bergizi Gratis). Nah ini yang membuat ketegangan tersendiri carut-marut di dalam negeri dampak dari eksternal," tutur Ibrahim.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement