Namun, persoalannya bukan terletak pada boleh atau tidaknya seseorang melakukan self-reward. Padahal, hal yang lebih penting adalah bagaimana seseorang menentukan porsi uang yang akan digunakan untuk menikmati hasil kerja dan berapa yang dialokasikan untuk investasi.
Dia pun lantas mengingatkan agar investasi tidak ditempatkan sebagai uang sisa setelah seluruh pengeluaran dan keinginan terpenuhi.
“Hal yang untuk diinvestasikan jangan sebagai residual atau jangan sebagai sisa,” ujar Luqman.
Menurutnya, jika investasi hanya dilakukan dari uang yang tersisa di akhir bulan, ada kemungkinan tidak ada lagi uang yang bisa dialokasikan.