Sempat Terancam Delisting, AISA Diminta Gelar Public Expose

Market News
Shifa Nurhaliza
Rabu, 08 Juli 2020 13:00 WIB
Emiten PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), diketahui telah melebihi masa penghentian 24 bulan yang jatuh tempo berakhirnya suspensi pada 5 Juli 2020.
Sempat Terancam Delisting, AISA Diminta Gelar Public Expose. (Foto: Ist)

IDXChannel – Emiten PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), diketahui telah melebihi masa penghentian 24 bulan yang jatuh tempo berakhirnya suspensi pada 5 Juli 2020. Sebelumnya, Bursa mempertimbangkan untuk melakukan penghapusan saham AISA.

“Sehubungan dengan AISA, perseroan telah menunjukan effortnya dengan memenuhi kewajiban non finasial berupa penyampaian laporan keuangan interim dan audited yang berakhir Tahun 2018, Laporan Keuangan interim dan audited yg berakhir 31 Desember 2019. Perseroan juga telah memenuhi kewajiban administrative kepada Bursa sebelum batas waktu yg telah ditetapkan yaitu 5 Juli 2020,” kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna kepada awak media, Senin (6/7/2020).

Sebelumnya Bursa mempertimbangan untuk melakukan penghapusan saham AISA apabila hingga batas waktu yang ditetapkan AISA belum dapat memenuhi kewajiban-kewajibannya baik yang terkait kewajiban pelaporan maupun kewajiban lainnya.

Ditegaskan Nyoman, terkait dengan Peraturan Bursa Nomor I-I Tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa, Bursa menghapus pencatatan saham Perusahaan Tercatat apabila Perusahaan Tercatat mengalami satu kondisi yaitu Saham Perusahaan Tercatat yang akibat suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 (dua puluh empat) bulan terakhir.

Ditambahkan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam rangka pembukaan suspensi atas Perdagangan Efek Perseroan dan untuk memberikan informasi terkini mengenai fundamental Perseroan, Bursa telah meminta Perseroan untuk melakukan Public Expose Insidentil dan menyampaikan laporan harga saham wajar dari penilai yang terdaftar di OJK.

Dengan pelaksanaan Public Expose Insidentil dan penyampaian laporan harga saham wajar dari penilai yang independen, Public akan mendapatkan informasi yang relevan (terkini) mengenai performace Perseroan dan harga wajar saham sebagai dasar pengambilan keputusan investasinya.

“Dalam pelaksanaannya, Bursa senantiasa mengupayakan pembinaan termasuk berdiskusi dengan manajemen maupun pemegang saham pengendali terkait rencana strategic yang akan dilakukan dalam mempertahankan sustainability organisasi. Pembinaan dan komunikasi tersebut senantiasa dilakukan oleh Bursa sejak awal permasalahan going concern yang dihadapi oleh Perusahaan Tercatat,” tandasnya. (*)

Baca Juga