Sikap hati-hati juga disampaikan Senior Analyst di ActivTrades, Ricardo Evangelista. Ia melihat penurunan harga emas masih mungkin terjadi, seiring pulihnya sentimen investor secara umum. Namun, menurutnya ruang koreksi sudah mulai terbatas.
“Data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan membuat pasar semakin yakin bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga,” demikian tulis Evangelista.
“Hal ini menekan dolar dan imbal hasil obligasi AS, yang biasanya menjadi dukungan bagi aset seperti emas. Emas memang berada dalam tekanan dari dua arah, tapi penurunan yang terlalu dalam tampaknya kecil kemungkinannya,” ujarnya.
“Meski ada optimisme soal perdagangan dan geopolitik, ketidakpastian tetap menjadi tema utama di mata investor,” katanya.
Sementara itu, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen, menyatakan dirinya memilih bersikap menunggu dan mengamati (wait and see), mengingat harga emas saat ini terjepit antara optimisme pemulihan ekonomi dan bayang-bayang risiko global.