IDXChannel - Harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan pada pekan ini. Pasar global cenderung berhati-hati menyikapi perubahan sentimen investor, sementara analis menilai logam mulia ini masih punya ruang untuk terkoreksi lebih dalam.
Meski belum ada kepanikan besar, harga emas diperkirakan mencari titik pijakan baru setelah pekan lalu ditutup di kisaran level psikologis USD3.200 per troy ons—batas penting yang telah bertahan selama lima pekan.
Mengutip Kitco, Sabtu (17/5/2025), kontrak emas berjangka (gold futures) untuk pengiriman Juni terakhir diperdagangkan di USD3.188,80 per troy ons, turun lebih dari 4,6 persen dalam sepekan. Sejak mencetak rekor tertinggi di USD3.500 per troy ons bulan lalu, harga emas kini sudah melemah sekitar 9 persen.
Pelemahan tajam pekan ini menjadi yang terbesar sejak Juni 2021, bahkan sedikit lebih dalam dibanding koreksi usai kemenangan Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat (AS).
Menurut Profesor Ilmu Ekonomi di University of Bayreuth dan penerbit Boom & Bust Report, Thorsten Polleit, pelemahan ini bukan kejutan besar. Ia menilai perubahan sentimen terjadi cukup cepat, seiring perkembangan positif dalam hubungan dagang antara AS dan China, serta sejumlah kesepakatan yang dicapai Presiden Trump saat lawatannya ke Timur Tengah.