Sepanjang tahun lalu, Sido Muncul membukukan penjualan Rp4,08 triliun, tumbuh 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini dicapai di tengah konsumsi masyarakat yang masih cenderung selektif, fluktuasi nilai tukar, serta dinamika harga bahan baku. Kendati demikian, perseroan mampu menjaga profitabilitas dengan margin operasi 38 persen dan margin bersih 30 persen.
Kontribusi pasar ekspor terus menunjukkan perkembangan positif. Penjualan ekspor tumbuh 31 persen dengan kontribusi mencapai 9 persen dari total penjualan, terutama dari pasar Malaysia, Nigeria, dan Filipina.
"Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa produk herbal semakin relevan di pasar berkembang dengan karakteristik kebutuhan kesehatan yang serupa dengan Indonesia," ujarnya.
Memasuki tahun 2026, Sido Muncul memandang prospek tetap konstruktif seiring stabilisasi daya beli domestik, meningkatnya perhatian terhadap kesehatan, serta peluang ekspansi global yang terus berkembang.
Berikut jadwal pembagian dividen yang diumumkan manajemen:
1. Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 17 April 2026
2. Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 20 April 2026
3. Cum Dividen di Pasar Tunai : 21 April 2026
4. Ex Dividen di Pasar Tunai : 22 April 2026
5. Pembayaran Dividen : 7 Mei 2026
(Rahmat Fiansyah)