Percepatan inflasi di Amerika Serikat juga mendorong penurunan harga sejumlah saham bank. Seperti diketahui, Amerika Serikat tengah menghadapi inflasi tertinggi dalam 40 tahun terakhir.
Dari beberapa saham perbankan big cap, hanya saham BBNI yang masih diperdagangkan di bawah nilai bukunya. Untuk saham lain seperti BBRI, BBCA, dan BMRI, harganya masih berada di atas nilai bukunya.
Menurut analis, penurunan harga saham perbankan ini bersifat sementara dan sudah diprediksi. Sebab, likuiditas di sistem perbankan Indonesia masih over likuiditas Rp1.400 triliun.
Oleh karena itu, merosotnya saham sejumlah bank, baik konvensional maupun digital dinilai menjadi momentum yang tepat untuk membeli saham-saham tersebut. Menurut Associate Director PT Fokus Finansial Janson Nasrial, adanya koreksi saham sektor perbankan membuat investor dapat melakukan buy on weaknesses.
Itulah beberapa penyebab saham perbankan turun yang bisa Anda jadikan referensi dalam berinvestasi saham sektor perbankan.