BI diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps), setelah melakukan pengetatan kumulatif sebesar 75 bps sejak Mei.
Kebijakan tersebut diperkirakan bertujuan untuk mendukung rupiah sekaligus memperkuat ekspektasi inflasi.
Namun, kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi menekan permintaan domestik karena meningkatkan biaya pinjaman.
Di sisi fiskal, pemerintah memangkas anggaran program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar Rp67 triliun seiring Presiden Prabowo Subianto mendorong efisiensi anggaran.
Dari eksternal, mengutip Trading Economics, dolar AS tetap menguat setelah The Federal Reserve mempertahankan suku bunga, namun memberi sinyal meningkatnya dukungan untuk kenaikan suku bunga pada tahun ini.