Sementara itu, posisi utang bersih tercatat sebesar Rp1,77 triliun atau sekitar 0,9 kali EBITDA yang disetahunkan. Perseroan akan melanjutkan strategi peningkatan utilisasi jaringan, mendorong migrasi pelanggan ke paket berkecepatan lebih tinggi, serta meningkatkan efisiensi operasional layanan FWA pada semester II-2026.
(Rahmat Fiansyah)