Dari sisi kinerja keuangan, Surge mencatatkan lonjakan performa yang signifikan di mana pendapatan konsolidasian tumbuh 147 persen menjadi Rp1,66 triliun, dibandingkan dengan Rp671,85 miliar pada tahun sebelumnya. EBITDA tercatat mencapai Rp1,15 triliun dengan margin di angka 69 persen.
Di sektor operasional, perseroan terus memperluas jangkauan jaringan dengan mencatatkan 2,5 juta home pass dan 1,5 juta home connect. Selain itu, Surge juga berhasil mempertahankan tingkat take-up rate hingga 60 persen, menjadikannya salah satu yang tertinggi di industri ini telekomunikasi yang mencerminkan bukti nyata dari tingginya permintaan pasar dan efektivitas strategi komersial. Tren positif ini berlanjut hingga periode yang berakhir 31 Maret 2026, di mana Surge menambah masing-masing sekitar 200.000 home pass dan home connect.
(Rahmat Fiansyah)