Sementara itu, UMANA Bali, LXR Hotels & Resorts juga mencatat peningkatan kinerja, baik dari tingkat hunian maupun rata-rata tarif kamar. Perkembangan tersebut dinilai mencerminkan pemulihan yang semakin kuat pada bisnis perhotelan SSIA sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap kinerja konsolidasian perseroan.
Pada segmen konstruksi, melalui anak usaha PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), Perseroan tetap optimistis dapat mencapai target pendapatan dan kontrak baru pada 2026. Di tengah persaingan yang semakin ketat dan tingginya harga material utama, NRCA terus menjalankan berbagai inisiatif efisiensi operasional.
Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penerapan strategi pengadaan material yang lebih terencana dan optimal guna menjaga margin serta profitabilitas proyek.
Optimisme Perseroan didukung oleh capaian kinerja keuangan yang kuat pada Semester I-2026. SSIA membukukan pendapatan konsolidasian Rp3.353 miliar, meningkat 58,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pengakuan penjualan yang signifikan pada segmen properti.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto meningkat menjadi Rp1.086 miliar, sementara EBITDA mencapai Rp692,5 miliar dengan margin EBITDA naik signifikan menjadi 20,7 persen. Perseroan juga mencatatkan laba bersih Rp262,6 miliar pada Semester I-2026.