Kinerja tersebut menunjukkan kontribusi positif dari berbagai lini bisnis SSIA. Segmen properti masih menjadi pendorong utama pertumbuhan, sementara bisnis konstruksi tetap solid dan segmen perhotelan menunjukkan pemulihan berkelanjutan.
Pemulihan segmen perhotelan juga tercermin dari keberhasilan Perseroan membukukan EBITDA positif pada Semester I-2026, setelah sebelumnya mencatatkan EBITDA negatif pada periode yang sama 2025.
Perkembangan ini menjadi salah satu indikator penting bahwa strategi Perseroan dalam memperkuat kinerja operasional dan mengoptimalkan portofolio perhotelan mulai memberikan hasil positif.
“Dengan dukungan pertumbuhan Subang Smartpolitan, pemulihan bisnis perhotelan, serta kinerja konstruksi yang tetap solid, SSIA optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan mencapai target kinerja yang telah ditetapkan untuk 2026,” ujar Johannes.
(NIA DEVIYANA)