Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya juga mengonfirmasi penundaan IPO SWAP karena perusahaan tersebut belum memperoleh Pernyataan Efektif dari OJK untuk melakukan IPO.
Dalam IPO tersebut, perseroan menggunakan laporan keuangan terbaru hingga akhir Februari 2026. Secara administrasi, laporan keuangan tersebut hanya berlaku sampai 31 Agustus 2026.
Dalam prospektus, Swayasa berencana menerbitkan 323 juta saham baru atau 30,30 persen dari total modal disetor dan ditempatkan penuh setelah IPO. Harga penawaran ditetapkan dalam rentang Rp130-Rp140, sehingga perusahaan berpeluang meraih dana hingga Rp42,5 miliar.
Swayasa menunjuk Sukadana Prima Sekuritas (AD) untuk menjalankan seluruh tahapan tersebut. Sebagai penjamin pelaksana emisi efek, Sukadana Prima Sekuritas menyanggupi penuh atas nilai emisi efek yang ditargetkan.
(Rahmat Fiansyah)