sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Swayasa (SWAP) Pastikan Tunda Rencana IPO Imbas Masa Berlaku Lapkeu

Market news editor Rahmat Fiansyah
04/09/2026 10:10 WIB
PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) memastikan rencana Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) ditunda.
PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) memastikan rencana Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) ditunda. (Foto: Ist)
PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) memastikan rencana Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) ditunda. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) memastikan rencana Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) ditunda. Perusahaan hilirisasi riset yang terafiliasi dengan UGM itu mengurungkan niat untuk listing pada 10 September 2026.

Swayasa sebelumnya telah menggelar penawaran awal (book building) pada 24-27 Agustus untuk menjaring minat investor. Tahapan tersebut dilakukan usai mendapatkan izin publikasi book building dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 21 Agustus. 

Sedianya, perseroan menggelar penawaran umum (offering) pada 2-8 September. Namun, investor yang mengikuti proses book building menerima informasi soal pembatalan rencana IPO sesuai jadwal.

"Ditunda berkenaan dengan masa berlaku laporan keuangan," kata Corporate Secretary PT Swayasa Prakarsa Tbk, Fajar Nur Hafidzah, Jumat (4/9/2026).

Kendati demikian, Fajar tak mengungkapkan penundaan tersebut sampai kapan, termasuk potensi apabila aksi korporasi tersebut dibatalkan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya juga mengonfirmasi penundaan IPO SWAP karena perusahaan tersebut belum memperoleh Pernyataan Efektif dari OJK untuk melakukan IPO.

Dalam IPO tersebut, perseroan menggunakan laporan keuangan terbaru hingga akhir Februari 2026. Secara administrasi, laporan keuangan tersebut hanya berlaku sampai 31 Agustus 2026.

Dalam prospektus, Swayasa berencana menerbitkan 323 juta saham baru atau 30,30 persen dari total modal disetor dan ditempatkan penuh setelah IPO. Harga penawaran ditetapkan dalam rentang Rp130-Rp140, sehingga perusahaan berpeluang meraih dana hingga Rp42,5 miliar.

Swayasa menunjuk Sukadana Prima Sekuritas (AD) untuk menjalankan seluruh tahapan tersebut. Sebagai penjamin pelaksana emisi efek, Sukadana Prima Sekuritas menyanggupi penuh atas nilai emisi efek yang ditargetkan.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement