Agresivitas penetapan target tersebut, menurut David, didasarkan pada optimisme Perseroan terhadap prospek pertumbuhan sektor logistik dan pelayaran domestik.
Demi mewujudkan target target yang telah ditetapkan, Perseroan mengandalkan diversifikasi bisnis, optimalisasi armada, hingga transformasi layanan pendukung transportasi laut.
Strategi tersebut dilakukan di tengah tantangan industri pelayaran yang masih dibayangi fluktuasi harga energi dan dinamika sektor pertambangan.
"Meski 2026 menghadirkan persaingan yang semakin ketat, fluktuasi harga komoditas, serta dinamika sosial dan geopolitik yang kompleks, kami meyakini tantangan tersebut dapat menjadi peluang bila ditunjang dengan strategi yang cermat dan terukur," ujar David.
Strategi tersebut, David menjelaskan, telah disusun Perseroan dalam enam poin utama, yaitu fokus pada komoditas tambang serta layanan angkutan jarak pendek hingga menengah, diversifikasi bisnis dan cakupan layanan, serta menjaga optimalisasi pengoperasian armada.