Selain itu, BSML juga berupaya meningkatkan efisiensi rantai pasok dan operasional, memperkuat strategi pemasaran secara intensif, dan juga melakukan transformasi dan eksplorasi jasa pendukung transportasi laut guna membuka sumber pendapatan baru.
David juga menyatakan bahwa realisasi kinerja akan senantiasa dipantau dan dievaluasi secara berkala, agar perseroan dapat melakukan penyesuaian strategi sesuai perkembangan pasar.
BSML menilai prospek industri pelayaran dan logistik masih menjanjikan pada 2026 seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan tetap berada di kisaran lima persen.
Namun, Perseroan juga mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi kinerja industri, di antaranya rencana penyesuaian kuota produksi nikel dan batu bara pada 2026, evaluasi ketat melalui mekanisme Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), hingga tekanan biaya operasional akibat ketidakpastian geopolitik global.
"Perseroan menetapkan target kinerja sebagai acuan dalam menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Realisasi kinerja akan terus dimonitor dan dievaluasi secara berkala guna memastikan pencapaian target pada akhir tahun," ujar David.
(taufan sukma)