Komisaris Utama BIRD, Bayu Djokosoetono mengatakan, Dewan Komisaris melihat perseroan mampu menjaga kinerja yang sehat sekaligus mengendalikan biaya secara disiplin dalam jangka panjang.
"Konsistensi tersebut menjadi fondasi penting bagi Bluebird untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham, pelanggan, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bayu.
Kemudian, sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha perseroan. Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 30 Juni 2026, dengan pembayaran akan dilakukan pada 10 Juli 2026.
Direktur Utama BIRD, Adrianto Djokosoetono mengatakan, sepanjang tahun lalu, perseroan mencatatkan pertumbuhan yang solid membukukan pendapatan tertinggi sejak penawaran saham perdana (IPO).
Capaian ini menjadi bukti konsistensi Bluebird dalam memperkuat kualitas layanan dan mengembangkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan pelanggan.