Sepanjang 2025, TAPG mencatat kinerja cemerlang seiring dengan peningkatan produktivitas dan kenaikan rata-rata harga CPO di tengah ketatnya pasokan. Pendapatan perseroan tumbuh 18 persen menjadi Rp11,4 triliun.
EBITDA juga tumbuh 15 persen menjadi Rp5,32 triliun. Laba kotor naik 21 persen menjadi Rp4,49 triliun dengan laba bersih Rp3,84 triliun dengan margin stabil di angka 34 persen.
Secara operasional, TAPG mencatat produksi tandan buah segar (TBS) di kebun inti sebesar 3,04 juta ton (+3 persen) dan menyerap dari plasma sebanyak 330 ribu ton (+17 persen). Kenaikan produksi ini terjadi meski kondisi cuaca pada tahun lalu ditandai dengan curah hujan yang tinggi.
(Rahmat Fiansyah)