Apabila OWK yang ditawarkan tidak seluruhnya diserap oleh pemegang saham atau pemegang HMETD, sisa OWK akan dialokasikan kepada pemegang saham lain yang melakukan pemesanan melebihi haknya.
Dalam skema ini, EEP juga bertindak sebagai pembeli siaga, dengan komitmen membeli sisa OWK hingga 12.904.655.400 unit atau senilai Rp1,29 triliun, setara dengan USD77,03 juta, untuk keperluan pelunasan kewajiban pembayaran.
Nantinya mayoritas dana hasil rights issue, sekitar 86,93 persen atau Rp2,83 triliun, akan dialokasikan untuk penyaluran dana kepada entitas anak Perseroan, yakni APR dan SCR.
Dana tersebut digunakan untuk pembayaran pembelian saham pada KS dan KKU. Skema penyaluran dilakukan melalui kombinasi penyertaan modal dan pemberian pinjaman, dengan komposisi 30 persen disetor sebagai modal dan 70 persen diberikan dalam bentuk pinjaman dari Perseroan kepada entitas anak.
Pelunasan kewajiban pembayaran oleh entitas anak akan dilakukan setelah dana hasil PMHMETD I diterima Perseroan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan grup serta menyelesaikan kewajiban strategis yang berkaitan dengan ekspansi dan restrukturisasi usaha.