Perubahan tersebut merupakan komitmen manajemen untuk mengikuti best practice akuntansi untuk industri teknologi, khususnya telekomunikasi sekaligus untuk mempermudah modernisasi teknologi dan topologi jaringan dalam rangka peningkatan kualitas layanan kepada para pelanggan.
"Tujuannya apa sih perubahan kebijakan akuntansi untuk network ini? Supaya kalau Telkom akan melakukan modernisasi jaringan, itu menjadi lebih mudah. Karena apa? Kalau depresiasinya panjang, nilai bukunya itu akan berat," katanya.
Dian juga menegaskan, posisi keuangan (balance sheet) Telkom sangat kuat. Hingga akhir 2025, posisi kas dan setara kas Telkom mencapai Rp34,23 triliun dengan ekuitas menembus Rp130,68 triliun.
Kondisi ini memungkinkan Telkom untuk tidak hanya dapat melakukan ekspansi dan pengembangan usaha, melainkan juga memberikan nilai lebih kepada pemegang saham. Dia memastikan, pemegang saham akan tetap mendapatkan dividen setidaknya sama dengan tahun buku 2024 meski laba turun.
(Rahmat Fiansyah)