Profitabilitas Telkom akhirnya tergerus. Laba usaha turun 12 persen menjadi Rp8,9 triliun dengan margin turun dari 28 persen menjadi 24 persen.
Dari sisi bottom line, laba bersih Telkom terkontraksi 21,7 persen menjadi Rp4,3 triliun. Margin laba bersih juga terkoreksi dari 15,3 persen menjadi 11,7 persen.
Meski secara akuntansi tertekan, arus kas dari aktivitas operasi Telkom justru tumbuh 3,06 persen pada kuartal I-2026 dari Rp16,78 triliun menjadi Rp17,29 triliun. Kenaikan arus kas ini sejalan dengan pertumbuhan pada penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain.
Telkom juga mencatat realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp4,39 triliun pada Januari-Maret 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp5,10 triliun.
Posisi keuangan Telkom hingga 31 Maret 2026 juga semakin kuat di mana kas dan setara kas tercatat sebesar Rp37,55 triliun, naik 9,7 persen dari akhir 2025.