Meski demikian, Rully melihat pasar mulai membuka kemungkinan bahwa suku bunga terminal The Fed dapat berada di atas proyeksi saat ini.
Kontrak Fed Funds futures Oktober 2027 menunjukkan kisaran 450-475 bps menjadi skenario dengan probabilitas tertinggi, yakni 29,7 persen. Angka tersebut mengindikasikan pasar mulai condong ke level terminal rate di atas proyeksi Mirae Asset sebesar 4,25 persen.
Rully mempertahankan proyeksi terminal rate The Fed di level 4,25 persen. Menurut dia, The Fed masih akan mengambil kebijakan berbasis data dan memutuskan arah suku bunga dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya, sementara anggota komite juga masih terbelah.
Di sisi lain, dampak kebijakan The Fed terhadap BI tidak serta-merta berarti BI harus menaikkan suku bunga. Pergerakan rupiah justru menjadi faktor utama yang menentukan respons bank sentral domestik.
Rully menjelaskan BI memiliki hierarki instrumen yang jelas dalam menjaga stabilitas rupiah. Intervensi valuta asing dan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi lini pertahanan pertama karena dapat dilakukan dengan cepat dan bersifat lebih mudah dibalik alias reversible. Kenaikan suku bunga menjadi pilihan terakhir.