AALI
8825
ABBA
224
ABDA
6025
ABMM
4350
ACES
630
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7100
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3860
AGAR
312
AGII
2360
AGRO
615
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
105
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1585
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
690
ALKA
290
ALMI
398
ALTO
171
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
533.28
-1.59%
-8.63
IHSG
7065.09
-1.58%
-113.49
LQ45
1009.28
-1.59%
-16.36
HSI
17729.59
-1.14%
-203.68
N225
26431.55
-2.66%
-722.28
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
791,977 / gram

Tiga Skenario Pergerakan IHSG Pekan Depan

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Minggu, 14 Agustus 2022 08:30 WIB
Secara teknikal, setidaknya terdapat tiga skenario yang dapat menjadi peluang pergerakan IHSG di pekan depan.
Memantau pergerakan IHSG (Ilustrasi)
Memantau pergerakan IHSG (Ilustrasi)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir koreksi 0,43 persen di 7.129,27 pada akhir pekan ini, membawa serta 253 saham di zona merah, 174 tak bergerak, sedangkan 262 lainnya bertahan menguat.

Secara teknikal, setidaknya terdapat tiga skenario yang dapat menjadi peluang pergerakan IHSG di pekan depan. Inilah yang menjadi pengamatan Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova.

"Kita lihat mungkin ke depan dengan pola yang terbentuk, kita melihat ada pola rising wedge, atau pola diagonal yang terbentuk di awal dari tren bullish," kata Ivan dalam 2nd Session Closing, dikutip Minggu (14/8/2022).

Skenario pertama, apabila IHSG mampu bertahan di atas level 7.082, Ivan menilai ada kemungkinan penguatan hingga mencapai area resisten di 7.200, sekaligus melejit hingga 7.232.

Adapun yang kedua adalah jika IHSG bergerak melemah di bawah 7.082, namun masih bertahan di area 7.045-7.055, dinilai merupakan momen sideways bagi IHSG.

"Artinya bisa ada rebound kembali untuk menguji ke level 7.160-7.180," terangnya.

Sementara yang ketiga, jika tekanan jual terhadap pasar masih cukup kuat yang kemudian menembus level support 7.022, maka Ivan memandang ada potensi koreksi agresif hingga 6.950.

Sisi Fundamental

Menurut Ivan, penurunan di akhir pekan Jumat (12/8) merupakan respons aksi profit taking pasar terhadap reli indeks dalam beberapa hari terakhir, yang telah membuatnya naik 0,63 persen dalam sepekan.

Kinerja emiten yang dibuktikan dengan penyampaian laporan keuangan kuartal kedua juga dinilai mulai berakhir. Ini menandakan pasar akan cenderung mengamankan keuntungannya dengan melakukan aksi jual.

Dari sisi global, inflasi Amerika Serikat yang menurun pada periode Juli 2022 sebesar 8,5% yoy juga dinilai menjadi katalis positif bagi pasar, yang setidaknya meredam eksepktasi bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kebijakan suku bunga agresifnya.

"Kemungkinan pada rapat berikutnya, kenaikan suku bunga tidak seagresif yang direncanakan, terlebih di tengah ketidakpastian seperti ini, pelaku pasar masih akan mempertimbangkan untuk profit taking," tandasnya.

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD