Karena itu, arah aliran modal asing ke depan menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati untuk menilai keberlanjutan pemulihan pasar.
Faktor ketiga adalah stabilitas nilai tukar rupiah. RHB menilai pelemahan rupiah, bersama kondisi eksternal yang kurang mendukung, turut memperberat tekanan terhadap saham domestik.
Dengan demikian, pemulihan IHSG membutuhkan kondisi nilai tukar yang lebih stabil, bersamaan dengan perbaikan reformasi pasar dan arus modal.
Di tengah ketidakpastian tersebut, RHB menyarankan investor mengakumulasi saham secara bertahap dan selektif, dengan memprioritaskan emiten yang memiliki arus kas berkelanjutan, potensi dividen yang dapat diandalkan, serta katalis pertumbuhan yang realistis.
“Peluang saham selektif saat ini, menanti pulihnya kepercayaan pasar ke depan,” tulis analis RHB.