3. Kinerja dan Kondisi Keuangan
Investor perlu mencermati pendapatan, laba bersih, aset, liabilitas, dan arus kas perusahaan. Selain melihat kondisi keuangan saat ini, investor juga dapat memperhatikan perkembangan kinerja dari tahun ke tahun untuk mengetahui tren pertumbuhan perusahaan.
4. Risiko Usaha
Setiap investasi memiliki risiko. Dalam prospektus, investor dapat mengetahui berbagai risiko yang dihadapi perusahaan, mulai dari persaingan usaha, perubahan kondisi ekonomi dan regulasi, hingga risiko yang berkaitan dengan industri perusahaan. Memahami risiko dapat membantu investor membuat keputusan secara lebih terukur.
5. Harga Penawaran dan Valuasi
Harga saham yang ditawarkan dalam IPO juga perlu diperhatikan. Investor dapat membandingkan harga tersebut dengan kinerja dan prospek perusahaan serta valuasi perusahaan sejenis di industrinya.
Dengan demikian, investor tidak hanya melihat harga saham secara nominal, tetapi juga mempertimbangkan apakah valuasinya sesuai dengan fundamental perusahaan.
Head of Retail Distribution & Business Development MNC Sekuritas Luqman El Hakiem mengatakan prospektus dapat menjadi salah satu sumber informasi penting bagi investor sebelum mengambil keputusan investasi.