"Perseroan terus berupaya untuk dapat menjadi BUMD yang terbaik, profesional, dan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi terutama di wilayah regional Jawa Timur," katanya, Rabu (6/5/2026).
Sepanjang tahun lalu, penyaluran kredit Bank Jatim (bank only) tumbuh konservatif sebesar 4,98 persen menjadi Rp67,24 triliun. Kredit tersebut terdiri dari kredit konsumer Rp36,54 triliun (+6,2 persen) dan kredit produktif Rp30,70 triliun (+3,55 persen).
Bank Jatim juga berupaya memperbaiki kualitas aset lewat sejumlah langkah. Di antaranya mekanisme hapus buku sebesar Rp1,03 triliun dengan persentase recovery rate 18,6 persen atau setara Rp182 miliar dan proses restrukturisasi kepada debitur yang mengalami pemburukan kolektibilitas. Hingga akhir 2025, total kredit yang direstrukturisasi mencapai Rp4,17 triliun.
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank Jatim fokus mendorong porsi dana murah dengan cara menggunakan pendekatan transaction banking dan bisnis ekosistem. Hal ini tercermin dari pertumbuhan giro hingga 12,5 persen menjadi Rp21,4 triliun.
Selain itu, Bank Jatim telah menuntaskan seluruh tahapan Kelompok Usaha Bank (KUB), sehingga kini menjadi induk bagi 5 BPD yang mencakup Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT.
(Rahmat Fiansyah)