Data perdagangan yang tersedia belum menunjukkan identitas pembeli maupun penjual dalam transaksi pasar negosiasi tersebut.
Sementara itu, di pasar reguler, saham DSSA tercatat berada di level Rp1.000 per unit, mendadak menguat 2,56 persen secara harian.
Besarnya nilai transaksi tersebut menjadi perhatian pasar, mengingat nilainya mencapai lebih dari Rp1 triliun hanya dalam satu rangkaian transaksi di pasar negosiasi.
Menurut riset UOB Kay Hian pada 14 Agustus 2026, DSSA bersama sejumlah emiten besar lainnya berpotensi menjadi penerima manfaat langsung dari pertumbuhan industri data center.
Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menangkap limpahan permintaan data center dari Singapura dan Malaysia, yang menghadapi keterbatasan lahan, listrik, dan air.