sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pengembangan Data Center hingga AI Dikebut, Airlangga: Golden Moment Ekonomi Digital RI Tak Lama

Economics editor Nia Deviyana
09/08/2026 05:00 WIB
Pemerintah mempercepat pengembangan ekonomi digital sebagai mesin pertumbuhan baru yang akan didukung oleh fondasi infrastruktur yang kuat.
Pengembangan Data Center hingga AI Dikebut, Airlangga: Golden Moment Ekonomi Digital RI Tak Lama. Foto: iNews Media Group.
Pengembangan Data Center hingga AI Dikebut, Airlangga: Golden Moment Ekonomi Digital RI Tak Lama. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pemerintah mempercepat pengembangan ekonomi digital sebagai mesin pertumbuhan baru yang akan didukung oleh fondasi infrastruktur yang kuat, khususnya pada sektor energi. Ketahanan energi menjadi prasyarat utama bagi pengembangan berbagai teknologi digital, termasuk pusat data (data center), quantum computing, dan Artificial Intelligence (AI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan transformasi digital telah menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi global sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan investasi, produktivitas, dan daya saing nasional. 

“Indonesia memiliki keunggulan berupa sumber energi domestik, potensi energi surya, serta konektivitas digital yang terus berkembang sehingga menjadi modal penting dalam mempercepat transformasi digital nasional,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Minggu (9/8/2026).

Airlangga juga menyampaikan pengembangan data center, AI, industri semikonduktor, dan talenta digital akan menjadi mesin pertumbuhan baru (new growth engine) dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dalam pengembangan pusat data karena didukung ketersediaan lahan, energi, air, serta konektivitas digital yang semakin baik melalui jaringan serat optik maupun satelit.

Di sektor semikonduktor dan talenta digital, Pemerintah memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Kerja sama dengan Arm diarahkan untuk mencetak 15.000 insinyur (engineers) dalam 3 tahun ke depan. Selain itu, Pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas SDM digital melalui kerja sama internasional, termasuk rencana pembukaan kampus Indian Institute of Technology di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem talenta digital nasional.

Pemerintah juga terus memperkuat kerja sama internasional di bidang ekonomi digital. Airlangga menyampaikan bahwa ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ditargetkan menjadi perjanjian multilateral ekonomi digital pertama di dunia dengan potensi mendorong nilai ekonomi digital ASEAN mencapai USD2 triliun pada 2030. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement