Dalam beberapa waktu terakhir, independensi bank sentral telah menjadi sorotan, seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa bauran kebijakan dapat lebih diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengorbankan stabilitas makroekonomi.
Rully memperkirakan dampak paling cepat terlihat pada nilai tukar rupiah dan pasar obligasi.
Rupiah berpotensi tetap berada di bawah tekanan apabila masa transisi dipersepsikan melemahkan kredibilitas BI, sehingga bank sentral kemungkinan perlu memperkuat langkah-langkah stabilisasi apabila volatilitas meningkat.
Di sisi lain, kondisi tersebut juga berpotensi mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah karena investor diperkirakan akan meminta premi risiko yang lebih tinggi terhadap ketidakpastian institusional.
Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada proses penunjukan gubernur BI yang baru. Sesuai ketentuan, calon gubernur akan diusulkan Presiden dan harus menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).