"Pasar akan berfokus pada apakah penunjukan tersebut mampu menjaga independensi BI dan kesinambungan kebijakan, yang juga dapat memengaruhi narasi terhadap peringkat utang (sovereign rating) Indonesia," tulis Rully dalam risetnya.
Mirae Asset menilai BI berpeluang mengadopsi kebijakan yang lebih pro-pertumbuhan.
Namun demikian, Rully masih melihat ruang bagi BI untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,0 persen pada tahun ini apabila tekanan terhadap kredibilitas bank sentral maupun pelemahan rupiah semakin meningkat.
Berdasarkan kondisi tersebut, Mirae Asset merekomendasikan investor mengambil posisi yang lebih defensif.
Alokasi investasi disarankan berada pada posisi netral untuk saham, underweight pada instrumen pendapatan tetap, dan overweight pada reksa dana pasar uang.