Dalam proposal awal, AS dilaporkan meminta Iran menghentikan aktivitas pengayaan uranium selama 20 tahun, memindahkan cadangan uranium berkadar tinggi, serta membongkar sejumlah fasilitas nuklir utama. Sebagai imbalannya, Washington menawarkan pelonggaran sanksi dan penghentian aksi militer.
Sebaliknya, Iran melalui mediator Pakistan meminta pencabutan sanksi ekonomi, penghentian kehadiran armada laut AS di sekitar Selat Hormuz, jaminan keamanan, serta pengakuan terhadap hak Iran untuk tetap menjalankan sebagian aktivitas nuklir.
Laporan The Wall Street Journal juga menyebut Iran menawarkan skema pengenceran sebagian uranium berkadar tinggi dan memindahkan sisanya ke negara ketiga.
Pelaku pasar kini masih menyoroti kondisi Strait of Hormuz yang menjadi jalur distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Jalur strategis tersebut masih banyak mengalami gangguan selama konflik berlangsung.
Lonjakan harga minyak yang berada jauh di atas level sebelum konflik memicu kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global dan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.