AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Tumbuh 23,08 Persen, Laba Bersih BCA Syariah Sebesar Rp34,46 M di Semester I-2021

MARKET NEWS
Oktiani Endarwati
Jum'at, 06 Agustus 2021 14:29 WIB
PT Bank BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan positif baik pada aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan laba pada semester I/2021.
Tumbuh 23,08 Persen, Laba Bersih BCA Syariah Sebesar Rp34,46 M di Semester I-2021 (Ilustrasi)
Tumbuh 23,08 Persen, Laba Bersih BCA Syariah Sebesar Rp34,46 M di Semester I-2021 (Ilustrasi)

IDXChannel - PT Bank BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan positif baik pada aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan laba pada semester I/2021.

Per Juni 2021, BCA Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp34,46 miliar, tumbuh 23,08% dibanding periode yang sama tahun 2020 yang sebesar Rp28 miliar. Adapun laba sebelum pajak sebesar Rp44,18 miliar, tumbuh 18,34% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp37,34 miliar.

Sementara total aset BCA Syariah per Juni 2021 tercatat Rp9,73 triliun, naik 14,3% dibandingkan Juni 2020 sebesar Rp8,5 triliun. Pertumbuhan aset BCA Syariah di Juni 2021 didukung oleh peningkatan DPK sebesar Rp6,8 triliun atau meningkat 13,2% dibandingkan periode sama tahun 2020 sebesar Rp6 triliun.

Dari sisi pembiayaan BCA Syariah tercatat sebesar Rp5,9 triliun atau tumbuh 3,5% dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya. Dalam melaksanakan fungsi intermediasi, penyaluran pembiayaan BCA Syariah masih difokuskan pada sektor produktif diantaranya, sektor industri pengolahan, perdagangan dan proyek-proyek infrastruktur strategis pemerintah.

Kualitas pembiayaan BCA Syariah juga dapat dipertahankan pada level rendah dan sehat dengan Non-Performing Financing (NPF) Gross tercatat sebesar 0,73% dan NPF Net sebesar 0,01%.

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, pihaknya terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan serta mengelola segala risiko di tengah pandemi Covid-19.

"Kami juga menyadari bahwa saat ini kebutuhan digitalisasi sangat besar di masyarakat. Oleh karena itu, untuk terus dapat memenuhi kebutuhan nasabah, kami melakukan sinergi bersama induk kami, yaitu BCA, dalam rangka percepatan digitalisasi perbankan serta perluasan jaringan layanan syariah kepada masyarakat," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (6/8/2021).

Dia melanjutkan, sinergi yang dilakukan perusahaan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cepat. Selama enam bulan pertama, BCA Syariah telah melakukan setor tarik tunai melalui ATM BCA, self registransi mobile banking tanpa harus ke kantor cabang, top up Flazz, dan tarik tunai tanpa kartu di ATM BCA.

"Sinergi ini akan terus kami lakukan sehingga kami dapat terus tumbuh dengan berkualitas dan sehat," tuturnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD