Jumlah saham yang akan dialihkan mencapai 105,8 juta saham, atau setara sekitar 0,146 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Saham treasuri tersebut merupakan hasil aksi buyback yang dilakukan pada periode April hingga Juli 2025, ketika pasar saham mengalami volatilitas yang cukup tinggi. Untuk melaksanakan aksi buyback tersebut, perseroan menggelontorkan dana sekitar USD48,4 juta, atau setara sekitar Rp788,2 miliar.
Dalam pelaksanaan program ESOP/MSOP, AMMN menetapkan sejumlah persyaratan bagi penerima saham. Program tersebut hanya diperuntukkan bagi karyawan, anggota Direksi, dan anggota Dewan Komisaris perseroan maupun entitas anak yang masih menjabat, sementara Komisaris Independen tidak termasuk sebagai peserta program.
(DESI ANGRIANI)