AALI
10025
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
790
ACES
1505
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1695
ADHI
1075
ADMF
8250
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
446
AGII
1185
AGRO
1010
AGRO-R
0
AGRS
320
AHAP
79
AIMS
292
AIMS-W
0
AISA
288
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
462
AKRA
3190
AKSI
0
ALDO
690
ALKA
240
ALMI
226
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/04/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
480.99
-0.49%
-2.37
IHSG
6072.14
-0.23%
-14.12
LQ45
903.86
-0.42%
-3.81
HSI
28967.83
-0.01%
-1.88
N225
29646.28
-0.13%
-37.09
NYSE
16186.29
0.43%
+69.49
Kurs
HKD/IDR 1,876
USD/IDR 14,590
Emas
835,960 / gram

Tunggu Rilis Laporan Keuangan Emiten, Wall Street Anjlok

MARKET NEWS
Okezone
Rabu, 07 April 2021 10:38 WIB
Pelemahan tersebut akibat investor mempertimbangkan data ekonomi AS yang lebih kuat.
Tunggu Rilis Laporan Keuangan Emiten, Wall Street Anjlok (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Wall Street melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), namun S&P 500 masih mendekati rekor penutupan tertinggi yang dicatat dalam beberapa sesi berturut-turut.

Pelemahan tersebut akibat investor mempertimbangkan data ekonomi AS yang lebih kuat. Investor juga menunggu laporan laba kuartalan emiten yang akan datang.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 96,95 poin atau 0,29 persen, menjadi ditutup pada 33.430,24 poin. Indeks S&P 500 turun 3,97 poin, atau 0,10 persen, menjadi berakhir di 4.073,94 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 7,21 poin atau 0,05 persen, menjadi menetap di 13.698,38 poin.


Lima dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor teknologi merosot 0,38 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor utilitas menguat 0,53 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Penurunan terjadi sehari setelah reli yang mengirim Indeks Dow Jones dan Indeks S&P 500 ke rekor tertinggi. Investor menilai, keuntungan bertahan di sektor-sektor yang sensitif secara ekonomi seperti industri dan material.

Saham sektor yang sensitif secara ekonomi diklasifikasikan sebagai value stocks. Namun  saham-saham pertumbuhan atau growth stocks (mencakup banyak saham di sektor jasa teknologi dan komunikasi) telah menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Adapun lowongan kerja AS naik pada Februari ke level tertinggi dua tahun saat perekrutan meningkat. Data tersebut datang setelah laporan penggajian yang kuat pada Jumat (2/4/2021) dan laporan pada Senin (5/4/2021) yang menunjukkan aktivitas di sektor jasa naik ke rekor tertinggi pada Maret.

Disisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan perkiraan pertumbuhan global menjadi 6,0 persen tahun ini dari 5,5 persen, tingkat yang tidak terlihat sejak tahun 1970-an.

Tetapi dengan musim laporan laba mendatang yang diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan laba S&P sebesar 24,2 persen dari setahun sebelumnya. Menurut data Refintiv, investor mungkin menunggu untuk melihat seberapa kuat hasil sebenarnya.

"Pertanyaan besar yang belum terjawab adalah seberapa terbuka ekonomi saat ini dan berapa banyak orang di luar sana," kata Wakil Presiden Senior Wedbush Securities, Stephen Massocca, di San Francisco.

Harga-harga sekuritas ini mencerminkan antisipasi bahwa ekonomi akan kembali normal lebih cepat daripada yang diperkirakan dan tidak jelas di mana kita berada dalam proses itu.

Adapun langkah-langkah stimulus fiskal dan moneter AS yang besar dan peluncuran vaksin yang cepat telah mendorong Indeks S&P 500 dan Indeks Dow Jones ke level rekor, dengan indeks volatilitas CBOE mundur ke posisi terendah sebelum pandemi.

Meski demikian, beberapa investor tetap khawatir tentang kemungkinan kenaikan inflasi dan usulan untuk pajak yang lebih tinggi. Selain itu, negara lain juga masih kesulitan menahan Virus Corona.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan pada Selasa (6/4/2021) bahwa negara tersebut menghadapi gelombang ketiga yang sangat serius.

Snap Inc melonjak 5,12 persen setelah Atlantic Equities meningkatkan peringkatnya pada saham pemilik aplikasi perpesanan foto itu menjadi overweight dari "netral".

Norwegian Cruise Line Holdings Ltd bertambah 4,61 persen setelah mengatakan akan mulai berlayar di luar Amerika Serikat dari Kepulauan Karibia dan Yunani pada Juli, memulai kembali perjalanan setelah jeda selama setahun yang disebabkan oleh pandemi
(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD