AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Wall Street Menghijau di Akhir Pekan, Indeks Nasdaq Melambung 2,32 Persen

MARKET NEWS
Yulistyo Pratomo
Sabtu, 15 Mei 2021 09:03 WIB
Bursa Wall Street menyambut akhir pekan dengan mencatatkan hasil positif, di mana indeks Nasdaq berhasil menutup perdagangan dengan kenaikan 2,32 persen.
Wall Street Menghijau di Akhir Pekan, Indeks Nasdaq Melambung 2,32 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bursa Wall Street menyambut akhir pekan dengan mencatatkan hasil positif, di mana indeks Nasdaq berhasil menutup perdagangan dengan kenaikan 2,32 persen. Kondisi ini terjadi berkat kengototan investor untuk tetap membeli saham di tengah ancaman inflasi di Amerika Serikat (AS).

Indeks Dow Jones Industrial Average naik hingga 360,68 poin atau 1,06 persen hingga berteger di posisi 34.382,13 poin. Sedangkan indeks S&P 500 beranjak ke level 4.173, 85 dengan kenaikan sebanyak 61,35 poin atau 1,49 persen.

Kemudian indeks komposit Nasdaq justru meroket dengan tambahan 304,99 poin atau 2,32 persen hingga berada di level 13,429,98, kenaikan tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Kenaikan saham ini sejalan dengan penguatan indeks global di tengah kekhawatiran dunia atas kebijakan The Fed yang merencanakan kenaikan suku bunga lebih cepat dari harapan sejumlah investor. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan naiknya harga-harga di pasaran.

Meski begitu, beberapa analis memperingatkan investor untuk tidak berpuas diri. Salah satunya Kepala Strategi Inverness Counsel, Tim Ghriskey. Dia mengungkapkan risiko inflasi adalah ancaman nyata dan kemungkinan akan memutar balik kondisi pasar keuangan,

"Anda bisa membeli (saham) jika anda bisa tidur di malam hari dengan volatilitas, tetapi anda bisa hanya memiliki sedikit uang," katanya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD