Kementerian ESDM mencatat Indonesia masih mengimpor sekitar 1,3 juta ton metanol pada 2025 dengan nilai mencapai Rp7,1 triliun.
"Kami berharap dengan proyek yang memberikan multiplier effect yang nyata bagi seluruh stakeholder baik penciptaan lapangan kerja tumbuhnya industri pendukung serta peningkatan aktivitas ekonomi," ujar Yuliot.
Dengan kapasitas produksi tersebut, proyek BEC diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus menghemat devisa hingga Rp7,1 triliun per tahun.
Wamen ESDM Yuliot mengatakan proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat industri dalam negeri, serta mendorong ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Proyek BEC juga akan dilengkapi fasilitas gasifikasi, reaktor sintesis, pembangkit listrik, pengolahan air, dan terminal pelabuhan.