Namun, pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat turun 3 persen menjadi Rp11,3 triliun. Pendapatan dari segmen Mesin Konstruksi juga terkoreksi 2 persen menjadi Rp36,6 triliun.
Segmen Kontraktor Penambangan mencatatkan penurunan pendapatan 7 persen menjadi Rp54,1 triliun, terutama dipicu curah hujan tinggi serta penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien.
Kondisi serupa terjadi pada segmen Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi yang pendapatannya turun 7 persen menjadi Rp24,2 triliun akibat penurunan rata-rata harga jual batu bara.
Di sisi lain, bisnis emas dan mineral lainnya menjadi penopang kinerja dengan lonjakan pendapatan 41 persen menjadi Rp14 triliun, terutama didorong oleh penguatan harga jual emas.
(DESI ANGRIANI)