"Dalam pelaksanaan pembelian kembali saham, perseroan akan menggunakan dana internal perseroan, bukan dari pinjaman atau dana hasil penawaran umum," ujar manajemen.
Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham UNTR turun sekitar 15 persen ke level Rp27.200. Pasar merespons negatif kabar pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Agincourt, setelah sebelumnya operasional dihentikan sementara.
Sebelumnya, UNTR mengakhiri buyback saham pada periode 30 Oktober 2025-30 Januari 2026. Perseroan menyerap 8,5 juta saham dengan menghabiskan hampir seluruh jatah dana buyback Rp2 triliun. Dengan kata lain, harga rata-rata pembelian sebesar Rp29.188 per saham.
"Dengan mempertimbangkan sisa dana pembelian kembali saham Rp9,7 juta, perseroan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan pembelian kembali saham pada 14 Januari 2025," kata manajemen UNTR, beberapa waktu lalu.
(Rahmat Fiansyah)